Diberdayakan oleh Blogger.

Anda Adalah Pengunjung Ke :

Followers

Google Translate

online

Pasang Iklan Di Bayar

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jadilah Orang Pertama diantara Teman Anda...!!!! Like This Yoo....!!!!!!!!

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Pengertian Router

Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.


misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC
Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.

Perbedaan Router, Switch, dan Hub

Dilihat secara fungsi antara hub dan switch ada persamaan yaitu sama mengantarkan paket data dari sumber ke tujuan dalam jaringan komputer. Akan tetapi kalau dilihat secara konseptual tentulah berbeda. masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda baik dari segi kecepatan maupun dari sisi sitem kerjanya.

Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya.

Hub mempunyai kelemahan yaitu akan terus mengulang-ulang sinyal yang berupa paket data ke semua arah (jalur yang ada) walaupun sebenarnya paket data tersebut sudah diterima oleh komputer tujuan, seperti pada gambar 3 (Mansfield, 2003). Hal ini akan menyebabkan frekwensi collision lebih sering terjadi.

Transfer data switch lebih cepat daripada hub karena switch langsung mengirim paket data ke komputer 
tujuan, tidak mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast) sehingga bandwidth yang ada pada switch dapat digunakan secara penuh.

Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.

Perbedaan mendasar antara switch versus router adalah router menggunakan metode ’store and forward’. Sedangkan switch bekerja dengan cara on the fly switching. Router mengambil seluruh paket sebelum paket tersebut diteruskan ke tujuan. Metode store and forward membawa seluruh frame data ke dalam peralatan, yang kemudian di-buffer untuk dalam sebuah satuan waktu. Akan lebih jelas jika kita memperhatikan TCP/IP layers, seluruh frame header akan melewati layer data link kemudian dibawa ke layer di atasnya yaitu network layer untuk diketahui tipe dari frame nya. Baru kemudian diteruskan ke alamat network yang dituju melalui data link layer kemabli. Proses ini berlaku untuk seluruh frame yang melintas di router.
Lain halnya dengan switch yang hanya mengambil 20 byte pertama dari sebuah frame. Karena switch tidak mengambil seluruh frame, namun hanya pada alamat tujuan (destination address) sebelum meneruskan frame tersebut ke alamat tujuan, maka network latency atau jeda (delay) yang terjadi akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan router.

Perbedaan yang paling mendasar antara Router, Switch dan Hub adalah sebagai berikut :
➢ Router = kerja di layer 3 osi (network)
➢ Switch = kerja di layer 2 osi (datalink)
➢ Hub= kerja di layer 1 osi (fisik)

NIC (Network Interface Card)

NIC
---

Network Interface Card (NIC), juga disebut sebagai
Network Adapter,digunakan untuk menghubungkan cmputer
ke kabel yang digunakan padalocal area network (LAN).
Umumnya, NIC ditempatkan pada komputerexpansion bus
melalui slot ISA (8 bit atau 16 bit) atau PCI (32 bit
atau 64 bit). NIC mempunyai satu atau lebih
port eksternal yang digunakan untuk menempatkan
kabel networknya.



Fungsi utama dari NIC adalah mengijinkan komputer untuk berkomunikasi
dalam network. Ia melakukan hal ini dengan mengirim/menerima dan
mengontrol traffic dengan komputer atau peralatan lain yang ada pada
network. Saat mengirim, NIC mengkonvert data dari pararel ke serial,
mengencode dan mengompresinya, dan kemudian menempatkannya pada kawat
dalam bentuk sinyal listrik atau optik. Proses ini terjadi sebaliknya
pada saat menerima. NIC mentranslate sinyal listrik yang diterimanya
menjadi bit-bit yang bisa dibaca oleh komputer.

Setiap NIC mempunyai identifikasi unik yang disebut MAC Address yang
telah dihard-coded pada cardnya. Sebagai tambahan, setiap NIC harus
mempunyai network adapter driver yang mengijinkan ia untuk
berkomunikasi dengan network protokolnya. Sebuah NIC spesifik untuk
arsitektur LAN tertentu (misalnya, Ethernet, Token Ring, atau
Fiber-Optic). Ada kemungkinginan untuk menginstall lebih dari satu NIC
pada komputer yang sama.

Kebanyakan NIC berhubungan langsung ke bus sistem komputer melalui
32-bit PCI slot atau 8-bit atau 16-bit ISA slot untuk komputer lama.

NIC beroperasi pada Physical layer, layer yang paling bawah dari model
OSI.


MAC Address
-----------


Setiap NIC mempunyai MAC address yang unik yang diberikan
kepadanya. MAC address, juga direferensikan sebagai physical address,
adalah 6-byte (48-bit), hexadesimal serial number yang telah
dihard-coded kedalam card oleh pemanufakturnya.

Pemanufaktur NIC (misalnya, Intel, 3Com, Cico, dll) harus
mengaplikasikan standard IEEE untuk blok address yang diberikan ke
cardnya. 3 oktet paling kiri dari address mengidentifikasikan
manufaktur dan 3 oktet paling kanan mengidentifikasikan serial number
yang unik untuk cardnya.

Jika sistem anda menjalankan TCP/IP, anda bisa mendapatkan MAC Address
dengan mengetikkan perintah "ipconfig /all" pada dos command prompt
atau winipcfg pada windows 95.

Catat bahwa MAC adalah singkatan dari Media Access COntrol, bagian
dari Data Link Layer pada model IEEE 802. Jadi, istilah "MAC address"
kurang tepat. MAC address direferensikan pada layer ini tapi
sebenarnya berada pada physical layer. Meskipun physical address
adalah deskripsi yang lebih tepat, MAC address adalah istilah yang
sering digunakan dalam prakteknya.


Apa yang dilakukan oleh MAC address
-----------------------------------

MAC address menyediakan jalan untuk membedakan satu NIC dengan NIC
yang lain.

Operasi pada layer paling bawah dari model OSI (physical dan data-link
layer) tidak secara langsung mengenal nama komputer atau alamat
protokol (misalnya IP address). MAC address mengijinkan sebuah card
untuk mengenali data yang diberikan kepadanya. Sebuah NIC mengecek
setiap frame atau packet pada traffic networknya untuk melihat apakah
ia berisi MAC address kepunyaannya. Sekali sebuah NIC mengidentifikasi
sebuah frame dengan MAC address miliknya, ia akan mendecode dan
memproses frame tersebut.

Sebuah bridge, yang beroperasi pada data-link layer, melihat ke MAC
address. Sebuah router, yang beroperasi pada network layer, melihat
pada protokol addressnya. Jadi, sebuah router mampu untuk melakukan
manajemen traffic yang lebih pintar dibanding bridge.


Bagimana NIC dihubungkan ke kabelnya
------------------------------------

Sebuah konektor interface adalah koneksi fisik antara NIC dan
kabelnya. Ada tiga tipe interface konektor yang umum yang digunakan
pada LAN:

- BNC (British Naval Connector). Digunakan dengan kabel koaksial.
- RJ-45. Sebuah 8-kawat konektor modular yang terlihat mirip dengan
- konektor jack telepon (RJ-11). Digunakan dengan kabel
- twisted-pair. (RJ-11 hanya mempunyai 6 pins, sedangkan RJ-45
- mempunyai 8 pin). AUI (Attachment Unite Interface). Umumnya sebuah
- 15-pin interface yang digunakan dengan kabel koaksial thicknet. Juga
- disebut sebagai DIX (Digital Intel Xerox) interface. Sudah tidak
- umum lagi.

Beberapa NIC mempunyai lebih dari satu interface konektor (misalnya,
satu RJ-45 dan satu BNC).


Bagaimana sebuah NIC dihubungkan ke Komputer
--------------------------------------------

Sebuah bus adalah satu seri baris-baris printed circuit yang membentuk
jalur bersama dimana beberapa bagian komputer bisa
berkomunikasi. Dengan kata lain, bus adalah rangkaian atau jalur
listrik dimana data ditransmisikan.


Apa perbedaan antara local dan expansion bus
--------------------------------------------

Sebenarnya ada dua tipe bus: local dan expansion.

- local bus (juga disebut sebagai processor atau system bus) adalah
jalur yang berhubungan secara langsung ke CPU. Ia umumnya adalah 4
bus (data, address, control dan power). Komponen-komponen pada local
bus disinkronisasi oleh CPU. Ini berarti mereka bisa beroperasi pada
jalur 32-bit pada kecepatan clock penuh. Umumnya hanya main
memorynya processor dan logic controller yang dihubungkan ke local
bus.

- expansion bus (juga disebut sebagai AT Bus) mengijinkan CPU untuk
berkomunikasi dengan controller dan peralatan-peralatan lainnya. Ia
menghubungkan beberapa peralatan seperti disk dan video controller,
card serial dan pararel, network interface card (NIC). Umumnya
komponen-komponen ini berkomunikasi melalui 16-bit ISA slot pada 8
MHz. Dengan kata lain, mereka melalukan tugas pada kecepatan dibawah
kecepatan processor. Karena kecepatan dan jalur datanya lebih rendah
daripada local bus, expansion bus bisa menjadi bottleneck pada
performansi sistem.

PCI (Peripheral Connection Interface) bus desainnya memberikan
kapabilitas untuk menyediakan tap/hubungan langsung ke local bus
(32-bit) untuk transfer data yang lebih cepat. Ini mengijinkan
periferal seperti NIC untuk membypass expansion bus. VLB (VESA Local
Bus) juga ditempatkan langsung ke local bus.


Apa arsitektur bus yang umum dan bagaimana karakteristiknya
-----------------------------------------------------------

Expansion bus yang populer dapat dibedakan sebagai berikut:

- PCI - Peripheral Connection Interface. Saat ini adalah paling
populer dan paling cepat desain busnya. PCI dibuat oleh Intel dan
menjadi standar industri untuk sistem Pentium. Ia bisa menukar data
dengan CPU pada 32 atau 64-bit per detik dan mensupport bus
mastering (mengijinkan kartu 'pintar' untuk melakukan prosess
mandiri dari CPU). Ia juga mensupport multiplexing (sharing atau
mixing sinyal pada bus). PCI slot hanya menerima card PCI dan card
PCI hanya pas pada PCI slot.

- VLB - VESA (Video Electronic Standards Association) Local Bus. VLB
awalnya didesain untuk mengganti display adapter sebagai bottleneck
system. Mensupport 3 slot untuk periferal kecepatan tinggi yang
memerlukan 32-bit local bus (CPU). Ia juga mensupport bus mastering
dan menawarkan kompatibilitas kebelakang (yaitu, slot VLB bisa
menerima card ISA tapi card ISA hanya berfungsi sebagai card ISA,
tidak mengakses ke local bus).

- MCA - Micro Channel Architecture. Dibuat oleh IBM untuk komputer
PS/2 nya, desain ini tidak berhasil.

- EISA - Extended Industry Standard Architecture. Kelanjutan dari
desain MCA IBM yang mentransfer data pada 32-bit dan menawarkan
backward compatibility.

- ISA - Industry Standard Architecture. Desain bus paling awal. Juga
dikenal sebagai PC/AT bus. Data ditransfer pada 8 atau 16-bit
bergantung dari cardnya. Slot ISA 16 bit akan menerima card ISA 8
bit atau VLB card.


Setting apa yang digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
----------------------------------------------------

Untuk menginstall sebuah NIC pada komputer, NIC harus secara tepat
dikonfigurasi. Sementara prosedur yang tepatnya bergantung jenis
cardnya, ada beberapa option yang mungkin diperlu diset untuk NIC agar
bisa berkomunikasi dengan komputer:

- Interrup Request Line (IRQ) - line hardware yang digunakan utnuk
- mengirimkan servis request ke CPU. Base I/O Port Address - channel
- untuk aliran data antara NIC dan CPU. Base Memory Address - lokasi
- memory (buffer) yang digunakan oleh NIC. DMA Channel - channel
- untuk NIC mengakses memory tanpa perlu melalui CPU. Transceiver
- type - transmit/receive setting, bergantung jenis pengkabelannya.

Tidak semua NIC memerlukan semua option diatas untuk
dikonfigurasi. Bergantung pada NIC nya, proses konfigurasi bisa
dilakukan melalui software atau membutuhkan setting secara fisik
melalui jumper atau switch pada NIC nya.


Apakah IRQ dan bagaimana ia digunakan untuk mengkonfigurasi NIC
---------------------------------------------------------------

Sebuah IRQ (Interrup Request) line adalah line hardware dimana sebuah
device seperti keyboard, disk drive, atau NIC mengirim request untuk
service (interrupt) ke CPU.

IRQ diberikan dengan prioritas yang berbeda sehingga CPU bisa
menentukan kepentingannya dari service request yang datang.

System 80286 dan diatasnya mempunyai 16 line IRQ yang diberi nomor 0
sampai 15. Dari semua ini, IRQ 2 dan 9 direserve untuk keperluan
system (cascade).


Apakah IRQ conflict
-------------------

Jika sebuah device seperti keyborad atau printer membutuhkan perhatian
CPU, ia mengirimkan sinyal melalui IRQ line yang diberikan
kepadanya. Jika CPU mendeteksi interrupt ini, ia mengetahui device
mana yang mengirimkan sinyal dan mengalokasikan waktunya berdasarkan
prioritas requestnya. Beberapa IRQ secara permanen telah diberikan
(misalnya IRQ 1 selalu untuk keyboard). Akan tetapi, IRQ yang lain
bisa diberikan oleh user.

Secara umum hanya satu device yang bisa diberikan untuk IRQ line
tertentu. Jika dua device menggunakan IRQ yang sama, CPU tidak bisa
membedakan device mana yang memberi sinyal dan hasilnya adalah konfik
IRQ.

Dua device bisa menshare IRQ yang sama. Hanya saja mereka tidak bisa
menggunakannya pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, jika kedua
mouse dan modem diberikan ke IRQ 3 (COM2), konflik mungkin akan
muncul. Umumnya, satu atau kedua device ini akan mengunci dan menstart
secara tidak teratur. Ada kemungkinan konflik IRQ akan menghasilkan
kegagalan operasi sistem.


Pemberian IRQ dari 0 sampai 15 yang umum
----------------------------------------

Untuk sistem 80286 dan setelahnya, setting IRQ umumnya adalah sbb:

- 0 system timer 1 keyboard 2 cascade ke IRQ 9/programmable interrupt
- controller 3 COM2/COM4 (communication ports) 4 COM1/COM3
- (communication ports) 5 LPT2 parallel port, umumnya digunakan juga
- oleh soundcard. 6 Floppy disk controler 7 LPT1 parallel port. 8
- system or real-time clock/CMOS 9 cascade from IRQ 2 10 open 11 open
- 12 OS/2 mouse atau trackball 13 math co-processor 14 hard disk
- controller 15 second hard disk controller


Apakah Base I/O port address dan bagaimana ia digunakan dalam
konfigurasi NIC
--------------------------------------------------------------

Base I/O port menentukan channel yang mana data mengalir dari CPU dan
ke I/O device tertentu seperti NIC. Tiap-tiap I/O device harus
mempunyai port yang unik atau lokasi memory sehingga device yang lain
bisa berkomunikasi dengannya. Selama eksekusi program, data dan
command diarahkan ke port ini.

Beberapa setting I/O port yang sering digunakan untuk NIC adalah
280-29Fh, 300-31Fh, 320-33Fh, 340-35Fh, and 360-37Fh.


Apakah base memory address dan bagaimana menggunakannya pada
konfigurasi NIC
-------------------------------------------------------------

Base memory address adalah alamat lokasi pada memory (RAM) dimana CPU
bisa bertukar data dengan device seperti NIC. Memory space disediakan
sebagai buffer untuk menyimpan data yang masuk dan keluar. Base memory
address untuk NIC misalnya pada range C000-D800 .

Tidak semua NIC memerlukan base memory address karena mereka tidak
bertukar data dengan CPU melalui lokasi shared memory.


Bagaimana informasi ditransfer antara NIC dan CPU
-------------------------------------------------

Ada tiga cara utama bagaimana pertukaran informasi antara NIC dan CPU:

1. DMA Transfer. Direct Memory Acces controller mentransfer data
secara langsung dari NIC ke lokasi memory yang disediakan pada
komputer.

2. Shared System Memory. Shared memory bisa dialokasikan pada card
atau pada system. Jika shared memory berada pada card, ia dimap ke
RAM melalui base memory address dan processor merawatnya seperti
lokasi memory yang lain. Jika shared memory berada pada system,
processor khusus pada NIC digunakan untuk memindahkan data ke dan
dari suatu lokasi memory.

3. Bus Mastering. NIC akan membypass CPU, mengambil control ke bus
sistem dan meload data secara langsung ke sistem memory tanpa
interrup ke CPU. Metode ini tersedia hanya pada sistem bus tertentu
yang mensupportnya (misalnya PCI).

Tiap-tiap dari metode ini dapat meningkatkan performansi dari operasi
network melalui basic I/O. Secara umum, bus mastering dan shared
memory lebih baik daripada DMA.


Apakah DMA Channel
------------------

DMA (Direct Memory Access) channel digunakan untuk mentransfer data
secara langsung antara memory dan device I/O yang pintar seperti
NIC. Sebuah DMA channel sebenarnya terdiri dari dua line sinyal; line
untuk menerima dan line untuk acknowledgement.

DMA channel mengijinkan sebuah device pada expansion board untuk
mentransfer data ke atau dari RAM tanpa melalui CPU. Saat device
membutuhkan akses ke memory, ia mensinyal CPI melalui DMA channel yang
diberikan kepadanya. CPU kemudian keluar dari jalan tersebut dan
transfer data mengambil alih tempat secara langsung antara device dan
memory. Kekurangan dari metode ini adalah operasi CPU berhenti dan
menunggu sampai transfer selesai.

Tidak semua device menggunakan DMA channel. Sebuah tape backup adalah
contoh device yang umumnya melakukan hal ini. Kebanyakan NIC tidak
menggunakan DMA karena interupsinya ke CPU. Jadi, jika sebuah device
membutuhkan DMA channel, channel yang unik harus diberikan atau
konflik akan terjadi.

Jumlah DMA channel yang tersedia bergantung pada system bus. Hanya ada
4 channel yang tersedia pada bus ISA 8-bit yang lama. Untuk bus yang
lain, ada 8 channel (dinomori 0-7) dan hanya 7 yang disediakan untuk
slot ekspansi. Umumnya DRAM refresh, floppy disk controller, DMA
controllernya sendiri, dan LPT1 menggunakan DMA channel 0, 2, 4 dan 7
secara berurutan. Channel yang lain umumnya bebas untuk digunakan.


Apakah Transceiver
------------------

Transceiver adalah sebuah device yang mentransmisikan dan menerima
sinyal. Transceiver pada NIC digunakan untuk menerjemahkan aliran data
dari pararel (internal) ke serial (eksternal) dan
sebaliknya. Transceiver bisa mendeteksi error pada kabel dan
menterminate transmisi jika controller (NIC) mentransmit telah
melebihi waktu yang ditentukan.

Transceiver adalah bagian inti dari ethernet LAN. Normalnya ia berada
pada NIC. Akan tetapi, pada Thicknet cable transceivernya ditempatkan
secara external langsung ke kabel.


Apakah pilihan transceiver untuk konfigurasi NIC
------------------------------------------------

Umumnya ada tiga pilihan transceiver untuk mengkonfigurasi combo card
pada jaringan ethernet: - twisted pair - thicknet - thinnet

Cara Membuat Hosting Sendiri Dari Speedy

buat hosting sendiri dari speedy

Ada keinginan untuk membuat hosting tanpa harus menyewa host?.
Kawan-kawan dapat melakukan dengan menggunkan infrastruktur yang telah ada.
Kebutuhan infrastructur :
1. satu buah PC dengan OS XP
2. Modem ADSL dengan koneksi Speedy Unlimited
3. XAMPP sebagai Localhost
Dengan Asumsi kebutuhan infrastruktur diatas sudah terpasang dan koneksi speedy sudah jalan normal kita dapat membuat webhost sendiri dengan bantuan XAMPP.

Sekarang kita mulai memodifikasi konfigurasi modem untuk menjadikan pc yang terhubung dengan adsl kita sebagai server yg meng-host kebutuhan seperti yang saya sebut diatas (www, ftp, telnet, dan lain-lain).

1. login lah ke Modem ADSL Speedy anda
2. ubahlah koneksi speedy di modem, yang awalnya PPPoE/PPPoA (dengan user&password), Menjadi Bridge Mode (tanpa user & password)
3. Simpan Konfigurasi Modem Anda
sekarang untuk bisa mendapatkan ip dynamic dari speedy, kita beralih ke PC yang terkoneksi dengan Speedy langsung atau yang terhubung melalui hub.
4. bukalah Network Connection atau dengan meng-klik Start – Settings – Control Panel - Network Connections       
5. Kemudian Buatlah Koneksi PPP dari Windows Anda untuk mendapatkan ip dynamic dari speedy dengan mengklik Create a new connections dengan username dan password Speedy
6. Kemudian akan muncul Kotak isian Username & Password, jika anda telah mengikuti langkah2 diatas dengan benar, maka kotak yang muncul akan sudah terisi untuk kolom username & password nya, Sekarang untuk melakukan Koneksi, tekan CONNECT
7.  Bila koneksi Speedy Anda Akan muncul 2 indikator seperti gambar dibawah ini, dan bila di ipconfig via DOS, PC Anda Mempunyai 2 IP Address, yaitu IP Local (private ip) dan IP dari Speedy (public IP)

Dari Percobaan diatas, PC anda sekarang sudah bisa di jadikan Server yang bisa dikenali dunia secara langsung, dalam artian bisa meng-host banyak kebutuhan diantaranya www, ftp, email, dan lain-lain, karena peran modem diatas hanyalah sebagai Bridging (tidak memiliki IP dan sebagai penjembatan koneksi internet speedy Anda)
Memperoleh dinamic DNS melalui DynDNS
DynDNS ( Dynamic DNS) -  www.dyndns.com Adalah penyedia DNS untuk dynamic dan static IP serta banyak Sub-Domain yang bisa di gunakan secara bebas dan GRATIS, dalam artikel ini kita akan membuat satu sub domain ‘anda.subdomain.xxx’ dengan puluhan pilihan subdomain yang sudah tersedia di dyndns.com serta updating secara berkala supaya domain selalu mengenali ip speedy anda yang selalu berganti karena bersifat dinamis, serta software pendukung nya

Syarat dan Caranya :

   1. internet anda harus udah tersambung dengan koneksi speedy
   2. buka url ini di browser anda : www.dyndns.com
   3. atau langsung aja buat account baru di : https://www.dyndns.com/account/create.html
   4. lakukan konfirmasi melalui email Anda tadi, dan klik url yang ada didalam nya untuk mengaktifkan account anda.
   5. bila sudah aktivasi, account anda akan langsung aktif
   6. lakukan login ke dydns dengan user+password anda tadi
   7. klik pada My Services yang terletak pada pojok atas kanan
   8. pilih lah menu Add Host Services (gb. lingkar 1)
   9. kemudian klik Add Dynamic DNS Host (gb. lingkar 2)

Sabtu, 15 Desember 2012

Pengertian dan sejarah TCP/IP



PENGERTIAN
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

ARSITEKTUR
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
  • Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
  • Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  • Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  • Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
PENGALAMATAN
Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:
  • Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
  • Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org". Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama "." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.
KONSEP DASAR
1. LAYANAN
Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan password'', meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
  • Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)
2. REQUEST FOR COMMENTS
RFC (Request For Comments) merupakan standar yang digunakan dalam Internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB yang merupakan komite independen yang terdiri atas para peneliti dan profesional yang mengerti teknis, kondisi dan evolusi Internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :
  • S: Standard, standar resmi bagi internet
  • DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar
  • PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
  • I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
  • E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.
  • H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbankan utk standarisasi.
3. BAGAIMANAKAH BENTUK DAN ARSITEKTUR TCP/IP ITU???

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.
Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper level protocol" sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan lapisan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau di bawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport di atasnya atau dengan lapisan data link di bawahnya).
Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yang penting karena suatu fungsi yang rumit yang berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yang lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain.
Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai Peer process.
Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat interface (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai "arsitektur jaringan".

Selasa, 11 Desember 2012

DNS (Domain Name System)

Pengantar DNS (Domain Name System)
1.1. Sejarah DNS
       Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
1.2. Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
1.3. Apa itu DNS?
              DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
1.4. Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
  •  Root-Level Domains
         Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
  • com Organisasi Komersial
  •  edu Institusi pendidikan atau universitas
  • org Organisasi non-profit
  • net Networks (backbone Internet)
  • gov Organisasi pemerintah non militer
  • mil Organisasi pemerintah militer
  • num No telpon
  • arpa Reverse DNS
  • xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

 
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.
Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.
1.5. Bagaimana DNS itu bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.
Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

  1. Resolvers mengirimkan queries ke name server
  2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
Kesimpulan
DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.
Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima
permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan
secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host
names.

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Jumat, 11 Mei 2012

Jaringan Komputer

Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama–sama   menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
          Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940 Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut -an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
          Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. 
 
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
JENIS JARINGAN KOMPUTER
          Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu; 
1.    Local Area Network (LAN)
              Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi. 
2.    Metropolitan Area Network (MAN)
              Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 
3.    Wide Area Network (WAN) 
              Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
4.    Internet   
              Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5.    Jaringan Tanpa Kabel 
              Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
TOPOLOGI JARINGAN
Berdasarkan Topologi Jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas :

1. Topologi Bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
 

 

2.  Topologi Bintang

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
-       Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
-       Tingkat keamanan termasuk tinggi.
-       Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
-       Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
-       Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.



 

3.    Topologi Cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

 



 

4.    Topologi Mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

 

5.    Topologi Pohon

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.


 


 

6.   Topologi Linier

Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari :
1. BNC Kabel konektor  : Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor         : Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor : Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator         : Untuk menandai akhir dari topologi bus.

 

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Guru Tulis